
Dalam proses ujian praktik drama yang mengangkat tokoh Van Lith, saya mendapatkan peran sebagai pemain ekstra, menjadi sie perlengkapan, dan saya juga membantu dalam pembuatan dekorasi. Walaupun bukan menjadi tokoh yang penting, tetapi saya tetap memiliki tanggung jawab untuk mendukung jalannya drama ini agar berjalan dengan lancar.
Sebagai pemain ekstra, saya ikut tampil dalam beberapa adegan untuk mendukung suasana cerita. Kehadiran pemain ekstra penting agar adegan terlihat lebih hidup dan tidak kosong. Saya harus tetap fokus, menjaga ekspresi, dan mengikuti arahan supaya tidak mengganggu jalannya cerita. Terkadang ada perubahan dalam adegan, sehingga saya harus cepat menyesuaikan diri dengan posisi dan alur yang baru. Saya juga membantu dalam pembuatan dekorasi. Saya ikut membuat kolam yang digunakan sebagai latar untuk adegan pembaptisan warga Muntilan. Selain itu, saya membantu mengecat ember yang terbuat dari kardus agar terlihat seperti ember sungguhan. Selain sebagai pemain ekstra, saya juga tercatat sebagai sie perlengkapan. Namun, saya merasa kontribusi saya di bagian ini tidak terlalu banyak karena sebagian besar perlengkapan sudah ditangani oleh teman-teman yang lain. Walaupun begitu, saya tetap berusaha membantu saat dibutuhkan dan memastikan perlengkapan yang saya gunakan dalam adegan sudah siap. Dari situ saya belajar bahwa meskipun peran kita tidak terlalu besar, kita tetap harus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Selama proses latihan, saya mengalami beberapa kesulitan. Salah satunya adalah beberapa kali terjadi perubahan adegan yang membuat saya harus cepat beradaptasi. Selain itu, jadwal latihan terkadang berbenturan dengan jadwal pribadi saya. Tempat latihan yang cukup jauh dari rumah juga menjadi tantangan. Saya pernah hampir terlambat dan beberapa kali harus pulang malam setelah latihan selesai, yang membuat saya merasa lelah.
Untuk mengatasi kesulitan tersebut, saya berusaha untuk tetap disiplin dan bertanggung jawab. Jika ada perubahan adegan, saya langsung memperhatikan arahan dan mencoba mempelajarinya kembali agar tidak salah saat tampil. Untuk masalah jadwal, saya berusaha mengatur waktu dengan lebih baik dan mengkomunikasikannya dengan orang tua saya untuk memastikan jika mereka bisa mengantar dan menjemput saya. Saya juga berusaha berangkat lebih awal agar tidak terlambat ke tempat latihan.
Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa setiap peran, sekecil apa pun, tetap memiliki tanggung jawab. Ujian praktik ini tidak hanya melatih kemampuan dalam drama, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan saya dalam menghadapi tantangan.

Leave a Reply