
Dokumentasi Latihan Sebagai Extra Warga dan Penari Flashmob

Dokumentasi Sebagai Sie Kostum
Dalam ujian praktik ini, saya menjalani tiga peran: sebagai extra warga, penari flashmob, dan sie kostum. Sebagai extra warga, saya harus bergerak, berekspresi, dan bereaksi sesuai suasana adegan. Saya berperan sebagai ibu-ibu dan mendapatkan adegan yang suasananya bahagia sehingga saya harus memberikan ekspresi yang senang agar sesuai dengan adegan yang ada. Tantangannya adalah tetap fokus dan tidak salah posisi saat adegan berlangsung. Untuk mengatasinya, saya memperhatikan blocking saat latihan dan mencoba lebih percaya diri saat tampil.
Sebagai penari flashmob, tantangan yang saya rasakan lebih ke fisik dan kekompakan. Kadang saya lupa urutan gerakan atau tidak pas dengan hitungan musik. Selain itu, menyamakan energi dengan teman-teman dan lagu juga tidak mudah, apalagi kalau ada yang masih ragu-ragu. Saya dan teman-teman berperan sebagai rakyat miskin dan terlantar. Oleh sebab itu, kami harus menyesuaikan gerakan dan ekspresi yang sesuai dengan suasana adegan dan lagu yang ada. Saya mengatasinya dengan latihan berulang-ulang, dan berlatih bersama supaya lebih kompak.
Sebagai koordinator sie kostum, tanggung jawabnya lebih besar karena saya harus memastikan semua teman memakai kostum yang sesuai. Kami harus mencari kostum zaman dulu yang sesuai dengan tradisi Muntilan, dan itu tidak mudah karena tidak banyak yang menyewakan atau menjual model yang benar-benar sesuai. Kami berusaha mencari dari berbagai toko dan memutuskan untuk membeli surjan dan kebaya-kebaya secara online melalui Shopee. Selain itu, mencari baju pater juga cukup sulit karena harganya mahal dan tidak mudah ditemukan. Untungnya, kami dapat meminjam pakaian pater dari salah satu paroki. Untuk kostum munsinyur, bahkan kami harus mencari penjahit agar terlihat sesuai dengan kebutuhan peran. Untuk mengatasi masalah-masalah yang ada, saya dan sie kostum mencari referensi dari berbagai sumber, membandingkan harga, serta mengatur pembagian tugas agar proses pencarian dan penjahitan bisa selesai tepat waktu.
Secara keseluruhan, proses ujian praktik ini mengajarkan saya tentang komitmen. Saya harus meluangkan banyak waktu untuk latihan dan mengurus berbagai tanggung jawab, bahkan saat merasa lelah setelah sekolah hingga sore. Namun, dari situ saya belajar bahwa hasil yang baik tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha, dan kerja sama demi kepentingan bersama. Pada akhirnya, kelas kami berhasil menampilkan pertunjukan “Betlehem Van Java” dengan lancar.

Leave a Reply