
The People Behind, Betlehem Van Java: Frans Van Lith – XII E
Ujian praktik yang saya jalani bersama kelas merupakan pengalaman yang sangat bermakna dan berkesan bagi saya. Tokoh yang dipilih oleh kelas kami sebagai tokoh utama dalam drama ujian praktik adalah Franciscus Georgius Josephus Van Lith atau lebih dikenal sebagai Romo/Pater Van Lith. Ia merupakan seorang misionaris sekaligus pendidik yang memiliki peran besar dalam perkembangan pendidikan dan iman Katolik di Indonesia. Dari seluruh rangkaian cerita yang ditampilkan dalam drama, bagian kehidupan Romo Frans Van Lith yang paling menarik bagi saya adalah kegigihannya dalam menyebarkan ajaran Tuhan melalui jalur pendidikan.
Pada masa Romo Frans Van Lith berkarya, masih banyak masyarakat yang belum mampu membaca dan menulis. Ia menyadari bahwa tanpa kemampuan dasar tersebut, akan sangat sulit bagi masyarakat untuk memahami ajaran iman secara mendalam. Salah satu dialog dalam drama yang sangat membekas bagi saya berbunyi,
“How can someone understand God’s love if they can’t even read His name? Is that truly Catholic? Is that what God wants? Impossible.”
– Frans Van Lith (Betlehem Van Java by XII-E)
Kalimat ini menggambarkan kegelisahan sekaligus visi Romo Frans Van Lith tentang iman yang sejati. Ia tidak ingin iman hanya diterima secara turun-temurun atau dari perkataan orang lain, melainkan dipahami secara sadar dan bertanggung jawab. Dan dari itu ia dalam cerita aslinya mendirikan berbagai sekolah Katolik pribumi pertama di Muntilan, Jawa Tengah, termasuk Normaalschool (1900), Kweekschool (1904), dan Seminari Menengah pertama di Indonesia (1911).

Dalam proyek kolaboratif ujian praktik ini, peran saya memang bukan sebagai pemeran utama, melainkan sebagai extras. Namun melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa tidak ada peran yang benar-benar kecil. Tanpa extras, drama tidak akan berjalan dengan baik dan tidak akan terasa hidup. Meskipun secara struktur saya tergabung dalam Sie Web Admin, dalam pelaksanaannya saya menjalani berbagai peran di atas panggung, seperti menjadi warga yang berlalu-lalang di beberapa adegan, menjadi tukang, hingga memegang mikrofon pada adegan terakhir. Selain itu, saya juga membantu proses keluar dan masuk properti selama drama berlangsung. Tidak hanya bekerja dalam Sie Web Admin, saya juga sering membantu sie-sie lainnya seperti Sie Dekorasi dan Sie Perkap. Saya turut membantu menyiapkan serta memindahkan perlengkapan yang dibutuhkan agar setiap adegan dapat berjalan dengan lancar. Keterlibatan di berbagai sie ini membuat saya belajar untuk lebih peka terhadap kebutuhan tim, sigap dalam bekerja, serta mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan.
Kesulitan yang saya alami pun cukup beragam. Terkadang terdapat kendala saat membawa masuk atau mengeluarkan barang properti. Saya harus benar-benar menghafal kapan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar agar tidak mengganggu jalannya adegan. Selain itu, saya juga harus menghafal tempo lagu terakhir, yaitu “When You Believe”, karena saat gladi bersih sempat terjadi kesalahan teknis pada musik sehingga audio lagu tidak terdengar dengan jelas. Akibatnya, para penyanyi sempat tertinggal satu kalimat dari iringan musik. Pengalaman tersebut membuat saya belajar untuk tetap tenang dan sigap dalam menghadapi kendala teknis. Tidak hanya itu, saat latihan flashmob yang diiringi lagu “Deliver Us”, saya juga mengalami kesulitan ketika harus mengangkat “Sariman”. Beberapa kali ia terjatuh dari paha saya karena posisi dan kekuatan kaki saya belum cukup stabil. Hal ini menuntut saya untuk benar-benar melatih dan menguatkan kaki agar dapat menopang dengan baik. Meskipun melelahkan, proses tersebut mengajarkan saya arti latihan, ketekunan, serta pentingnya kekompakan tim.

Melalui seluruh proses ini, saya belajar bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan tidak hanya ditentukan oleh tokoh utama, tetapi oleh seluruh tim yang bekerja di balik layar maupun di atas panggung. Ujian praktik ini bukan hanya sekadar penilaian akademik, tetapi juga pembelajaran hidup tentang kerja sama, tanggung jawab, pengorbanan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik.

Leave a Reply