


Dokumentasi selama latihan persiapan UPRAK sebagai pemeran Pak Karto

Dokumentasi selama proses pembuatan Pendopo
Bethlehem Van Java, yaitu judul dari karya UPRAK kelas XII E pada tahun 2026 ini yang menceritakan mengenai kedatangan Romo Franciscus Georgius Josephus van Lith yang bertujuan untuk membaptis rakyat di Muntilan, Jawa. Dalam ujian praktik ini, saya berperan sebagai Pak Karto, yaitu suami dari Siti. Peran ini mengharuskan saya untuk menyampaikan dialog dan menampilkan akting yang sesuai dengan karakter seorang rakyat biasa pada masa itu. Pak Karto digambarkan sebagai sosok yang awalnya menolak kedatangan Romo Franciscus Georgius Josephus van Lith karena merasa ragu dan belum percaya. Namun, setelah diyakinkan oleh istrinya, ia akhirnya memberikan kesempatan dan bahkan ikut terlibat dalam pembangunan sekolah serta pembaptisan di daerah Muntilan. Oleh karena itu, saya harus mampu menunjukkan perubahan sikap tokoh, mulai dari penolakan, keraguan, hingga akhirnya menerima dan mendukung.
Kesulitan yang saya alami dalam memerankan Pak Karto adalah mendalami karakter tersebut dengan baik. Selain harus menghafal naskah dialog, saya juga tidak boleh terlihat kaku saat berakting. Saya harus memaksimalkan ekspresi wajah, intonasi suara, serta gerakan tubuh agar sesuai dengan karakter Pak Karto. Tantangan lainnya adalah menampilkan emosi yang berbeda pada setiap adegan, terutama saat menunjukkan sikap menolak dan kemudian berubah menjadi menerima. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, saya berlatih secara rutin, memahami alur cerita, serta mencoba menjiwai karakter yang saya perankan. Saya juga memperhatikan arahan dari guru dan teman-teman agar akting saya terlihat lebih natural dan meyakinkan.
Selain berperan sebagai Pak Karto, saya juga membantu tim perlengkapan dalam pembuatan properti kelas, yaitu pendopo. Dalam proses ini, saya membantu menyediakan berbagai bahan dan peralatan yang dibutuhkan, seperti kayu, triplek, engsel, paku, obeng, dan palu. Selain itu, saya juga ikut membantu dalam proses pengecatan pendopo agar terlihat lebih rapi dan sesuai dengan suasana yang diinginkan. Pendopo ini menjadi salah satu properti penting karena digunakan sebagai latar tempat dalam pementasan.
Kesulitan yang saya alami saat membantu pembuatan pendopo adalah memastikan semua bahan tersedia dan dapat digunakan dengan baik. Selain itu, proses pengecatan juga membutuhkan ketelitian agar hasilnya terlihat rapi dan tertutupi dengan warna yang diinginkan. Untuk mengatasi hal tersebut, saya bekerja sama dengan tim perlengkapan, saling membantu dalam proses pembuatan, serta memanfaatkan waktu yang tersedia dengan sebaik mungkin agar pendopo dapat selesai tepat waktu dan siap digunakan saat pementasan.
Secara keseluruhan, ujian praktik ini memberikan saya pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar untuk lebih bertanggung jawab terhadap peran yang diberikan, meningkatkan rasa percaya diri dalam berakting, serta bekerja sama dengan teman-teman dalam mempersiapkan properti. Meskipun terdapat berbagai kesulitan, saya merasa bangga karena dapat berkontribusi dalam pementasan dan membantu memaksimalkan penampilan kelas kami.
Leave a Reply