Refleksi UPRAK Umum – Theresia Vennarossa

Betlehem Van Java: Frans Van Lith – XII E

Setelah penetapan tokoh Frans Van Lith pada 19 September 2025, saya memutuskan untuk meminta saran kepada teman SMP saya yang bersekolah di tempat Van Lith mendirikan karya pendidikan. Saya menanyakan alur-alur penting apa saja yang sebaiknya dihadirkan dalam drama uprak kelas saya. Selain itu, saya juga berkonsultasi dengan Romo Aziz Mardopo, S.J. Beliau kemudian merekomendasikan 2 buku agar saya dan teman-teman kelas dapat memahami kehidupan serta karya Van Lith secara lebih mendalam, 2 buku tersebut berjudul Pembuka Pendidikan Guru di Jawa Sejarah 150 Tahun Serikat Yesus di Indonesia dan Jejak Sang Guru.

Kesulitan yang saya alami adalah terbatasnya pengetahuan awal mengenai alur kehidupan Van Lith sehingga saya sempat kesulitan menentukan bagian mana yang paling penting untuk dimasukkan ke dalam drama. Untuk mengatasi hal tersebut, saya mencari referensi dengan bertanya kepada pihak yang lebih memahami dan terpercaya. Atas saran yang diperoleh, saya kemudian merekomendasikan kedua buku tersebut kepada Sie Script Writer sebagai referensi dalam menyusun alur naskah drama. (Dokumentasi: 22 September 2025).

Dalam Ujian Praktek ini, saya berperan sebagai Koordinator Sie Dekor. Tugas saya adalah menyiapkan konsep dekorasi yang sesuai dengan alur cerita serta memastikan perlengkapan yang digunakan dapat mendukung setiap adegan. Adanya nilai matematika dalam ukuran properti membuat saya harus berpikir cukup dalam karena bentuk beberapa properti harus memiliki unsur lingkaran. Selama proses persiapan, saya sering kali harus melakukan revisi karena terdapat properti yang kurang sesuai dengan kebutuhan adegan. Selain itu, adanya perubahan naskah yang cukup sering juga menuntut saya untuk terus beradaptasi dalam menyiapkan penggunaan properti uprak ke depannya.

Saya juga bekerja sama dengan Sie Perlengkapan untuk menentukan properti mana saja yang perlu dibuat sendiri dan mana yang perlu dibeli, sehingga pengeluaran kas dapat ditekan dan penggunaan dana menjadi lebih efisien. Melalui pengalaman ini, saya belajar untuk memiliki kesabaran, rasa tanggung jawab, serta kemampuan dalam membagi tugas secara efektif kepada anggota tim agar seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik. (Dokumentasi: 10 Desember 2025)

Pada bulan Januari–Februari, saya dan teman-teman tim dekor berfokus memperbaiki properti yang rusak. Hal ini dilakukan karena properti sering digunakan selama latihan uprak, sehingga beberapa properti menjadi rapuh dan perlu diperkuat agar lebih tahan serta siap digunakan saat pementasan.

Kesulitan yang saya alami adalah beberapa properti sudah mengalami kerusakan cukup parah dan bahan penguat yang tersedia terbatas. Untuk mengatasinya, kami bekerja sama membagi tugas, mencari alternatif bahan yang lebih kuat namun tetap hemat biaya, serta memperbaiki properti secara bertahap agar semuanya dapat selesai tepat waktu.

Latihan ujian praktek dilaksanakan selama bulan Desember–Februari dengan beberapa lokasi, yaitu di Sekolah, Rumah Joshua, dan BAV Studio. Selama proses latihan, terjadi beberapa revisi adegan yang juga berdampak pada perubahan peran yang saya jalani. Awalnya saya berperan sebagai Anak 2, kemudian berubah menjadi Ibu 2, dan pada akhirnya menjadi warga.

Seluruh proses pembentukan karakter tersebut membuat saya belajar untuk lebih mendalami aspek emosional dalam berakting. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya karena saya harus mampu menjiwai setiap peran dengan baik, sehingga pesan moral yang ingin disampaikan dalam drama dapat dirasakan oleh para penonton.

Dua foto ini mewakili proses sesi foto per-sie dan uji coba make up. Pada tahap ini, saya dibantu rias wajah oleh sie make up. Riasan yang dipakai tentu disesuaikan dengan karakter masing-masing yang ditampilkan sesuai dengan peran dalam drama. Proses ini juga menunjukkan kebersamaan kelas karena kami saling membantu dan memberikan saran.

Kesulitan yang dialami adalah menyesuaikan wajah agar terlihat natural dan sesuai peran. Untuk mengatasinya, saya melihat cermin untuk memastikan apakah sudah sesuai riasan saya dengan kategori wajah kusam, lelah, dan menderita (sesuai peran saya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *