Refleksi Pribadi Edwardo Axell Wirawan/ XII-E/ 12

Tiga hingga empat bulan terakhir ini bukanlah waktu yang singkat bagi kami. Kalau diingat kembali ke hari pertama kami mulai merencanakan ujian praktik ini, semuanya terasa begitu berat dan penuh ketidakpastian serta penuh dengan kata-kata ” bisa ga yaa?”. Kami memulai ujian praktik ini dengan penuh ide, namun juga banyak mengalami kekhawatiran.

Selama persiapan, “lelah” dan “capek” sudah menjadi kawan sehari-hari. Sangat banyak hari-hari di mana kami harus pulang saat malam hari, mengulang drama dan menari serta menyanyi yang sama puluhan kali, tak jarang terjadi perbedaan pendapat yang memicu ketegangan di antara kami. Rasanya, menguras tenaga saja tidak cukup, emosi dan kesabaran kami benar-benar diuji sampai batas maksimal.

Namun, di tengah rasa lelah yang luar biasa itu, ada sesuatu yang tumbuh secara perlahan namun pasti: nilai kebersamaan.

Kami belajar bahwa sebuah pertunjukan atau karya yang besar tidak bisa berdiri hanya karena satu orang yang hebat, melainkan karena kerja sama tim yang solid. Saya melihat bagaimana teman-temanku saling merangkul saat ada yang ingin menyerah, bagaimana kami tertawa bersama di tengah keringat saat istirahat singkat, dan bagaimana kami belajar menurunkan ego demi kebaikan bersama. Kami yang awalnya mungkin hanya sekadar teman sekelas, kini berubah menjadi sebuah keluarga yang memiliki satu detak jantung dan satu tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *