Reganmian adalah hidangan mi kering panas tradisional dari Wuhan, Tiongkok,yang diperkirakan mulai ada sejak tahun 1930-an.

Sejarahnya dimulai secara tidak sengaja dari seorang penjual mi bernama Bao Li, yang merebus mi yang tidak terjual, mencampurnya dengan minyak wijen dan bumbu lain untuk dijual keesokan harinya. Hidangan ini kemudian dipopulerkan dan dikembangkan oleh pedagang lain seperti Cai Mingwei, yang secara resmi mendaftarkan nama “reganmian” pada tahun 1950-an dengan menggunakan pasta wijen sebagai bahan utamanya.
Reganmian sekarang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Wuhan. Popularitasnya bahkan menjadikannya sebagai salah satu dari sepuluh mi paling terkenal di Tiongkok. Penduduk Wuhan biasa menyantapnya sebagai sarapan, dan penjualnya dapat ditemukan di gerobak-gerobak jalanan sejak pagi hari.
Enshi Kao Tudou atau kentang goreng Enshi, merupakan camilan tradisional etnis Tujia yang berasal dari Wilayah Otonom Tujia dan Miao Enshi di Provinsi Hubei, Tiongkok.

Hidangan ini dibuat dengan kentang kecil lokal yang ditanam di pegunungan tinggi di daerah tersebut.
Enshi merupakan daerah pegunungan yang terkenal dengan pertanian kentangnya. Hidangan ini berkembang sebagai cara sederhana dan lezat untuk mengolah kentang lokal tersebut. Kentang yang digunakan memiliki ciri khas kulit tipis, daging kuning, dan kaya akan selenium alami, menjadikannya bahan utama yang unik. Kentang direbus terlebih dahulu, lalu digeprek hingga pipih. Kemudian, kentang digoreng perlahan dalam sedikit minyak hingga bagian luarnya renyah keemasan dan bagian dalamnya tetap lembut. Bumbu khasnya berupa bubuk cabai, bubuk jintan, bawang putih cincang, dan bubuk andaliman. Kombinasi ini menghasilkan rasa pedas, gurih, dan lezat yang membedakannya dari kentang goreng lainnya. Selain sebagai camilan jalanan yang populer di Enshi, hidangan ini juga telah diakui secara nasional. Pada tahun 2018, hidangan ini bahkan dimasukkan ke dalam menu acara kenegaraan di Wuhan.
Leave a Reply