Pada hari senin tanggal 22 September 2025, suasana belajar berbeda dari biasanya. Saat jam pelajaran mandarin, kami sekelas turun ke Pohon Cinta untuk berkompetisi mahjong dan side quest yaitu memasak hidangan khas Tiongkok.
Setiap kelompok mengirimkan satu perwakilan untuk maju bertanding dalam permainan mahjong, permainan tradisional Tiongkok yang membutuhkan strategi, ketelitian, dan keberuntungan melawan kelompok lainnya. Pertandingan itu berlangsung dengan sengit, empat pemain saling bertatapan, ditambah beberapa teman sebagai timekeeper dan juri. Perwakilan dari kelompok kami bernama Angelique Marshanda Liustanto. Lucunya, ia adalah satu-satunya perempuan yang sedang bertanding. Mereka bermain sebanyak tiga ronde. Sayangnya, yang memenangkan ketiga ronde tersebut adalah pemain dari kelompok 2 bernama Devon Edmund Gunawan. Sehingga, kami menempati posisi juara ke 3.

Sementara para pemain fokus menyusun mahjong di meja, anggota kelompok lainnya harus melakukan side quest yaitu memasak makanan khas Tiongkok. Kelas kami, XIIE, memilih untuk memasak Regan Mian sebagai main course dan Enshi Baked Potatoes sebagai side dish. Regan Mian adalah mie kering khas Hubei yang disajikan dengan saus wijen kental, kecap asin, cuka, dan bawang putih. Teksturnya lembut dengan rasa gurih dan sedikit pedas. Enshi Baked Potatoes adalah kentang panggang asal Hubei yang dibumbui dengan cabai, bawang putih, dan lada yang menghasilkan aroma sedap dan cita rasa yang pedas gurih yang khas. Kami membagi tugas agar dapat selesai tepat waktu. Ada kelompok yang membuat main course yaitu Regan Mian, ada kelompok yang membuat side dish yaitu Enshi Baked Potatoes, dan ada kelompok yang bertugas untuk mendekor stand yang pada akhirnya stand tersebut akan dikunjungi oleh siswa lain ataupun para guru untuk mencicipi hidangan dan menilai hidangan kami. Kami semua sangat antusias dalam membuat hidangan dan menata hidangan dengan rapi. Meskipun kami belum pernah dan belum terbiasa memasak hidangan ini. Namun, semua tetap berusaha membuat dan mengusahakan untuk hasil yang terbaik.

Setelah semua hidangan selesai dibuat, para guru yang sedang tidak mengajar dan memiliki waktu senggang datang untuk mencicipi dan memberikan penilaian. Beberapa guru yang mencicipi berkata bahwa Regan Mian memiliki tekstur yang lembut dan rasanya yang pas dan tidak keasinan. Begitu pula dengan Enshi Baked Potatoes yang rasanya sudah cukup lezat.
Dengan melalui kegiatan ini, menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi semua anggota kelas XIIE. Kami belajar banyak dengan mendalami budaya Tionbgkok secara langsung melalui permainan mahjong dan kuliner dari Hubei.


Leave a Reply