
Dalam kegiatan ujian praktik mata pelajaran umum, saya mendapat beberapa peran, yaitu sebagai extras warga Muntilan dalam flashmob, anggota sie kostum, dan membantu dekorasi.
Tugas utama saya adalah sebagai anggota sie kostum. Saya membeli kebaya untuk satu kelas, mencari kostum yang sesuai konsep, baik dari segi warna maupun pola, dan mencari kain bersama anggota sie kostum untuk baju pemeran utama. Selain itu, saya juga membantu sie dekorasi sepulang sekolah dan saat hari-H tampil, membantu di bagian backstage.


Selama proses ujian praktik, tentunya saya menghadapi berbagai kesulitan. Saya harus dapat menyesuaikan waktu untuk latihan di tengah tugas dan ulangan yang menumpuk. Selain itu, banyak rencana yang dirombak atau harus menyesuaikan ide baru sehingga membuat persiapan semakin memakan waktu.
Dalam sie kostum, terdapat kendala, seperti kostum yang datang tidak sesuai, warna yang salah, dan jahitan kebaya yang berbeda-beda. Lalu, juga harus menyesuaikan kostum dengan keinginan sie acara sekaligus menyesuaikan anggaran uang kas, sehingga perlu mencari kostum yang murah, tetapi tetap layak dipakai. Lebih lanjut, terdapat kendala terkait penyimpanan kostum satu kelas, belum lagi saat latihan kostum-kostum yang telah dipakai berulang kali menimbulkan bau tidak sedap.
Kemudian, kendala lain yang saya alami adalah saat latihan untuk flashmob penutup. Keputusan untuk melakukan flashmob penutup cukup mendadak, dan harus dilatih berulang kali, terutama pada bagian lari dari panggung level satu ke level dua agar sesuai tempo lagu.

Kesulitan tersebut diatasi dengan berbagai cara. Pertama, saya berusaha menyesuaikan waktu latihan dengan kegiatan sekolah, agar tetap memiliki istirahat yang cukup agar tidak kelelahan. Saya juga banyak berkomunikasi dengan teman kelas agar berusaha tetap kompak dan bisa saling membantu. Saat ada rencana yang dirombak, saya mengikuti arahan sutradara dan berusaha secepatnya menyesuaikan perubahan karena kami semua memiliki tujuan yang sama, yaitu keberhasilan ujian praktik.

Dalam sie kostum, saya dan anggota sie mencoba mengakali berbagai kendala. Kebaya yang jahitannya kurang rapi, diperbaiki dengan peniti, sedangkan warna yang salah dikomunikasikan kepada penjual. Untuk menyesuaikan anggaran uang kas, kami mencari hingga menemukan harga yang sesuai. Keinginan sie acara juga dinegosiasikan dan disesuaikan, misalnya awalnya menggunakan kebaya yang sudah ada di rumah, ternyata bukan merupakan kebaya Jawa, sehingga sie kostum merombak kebayanya. Lalu, terkait penyimpanan kostum, awalnya menggunakan koper dan tas kain, tetapi kurang efisien, sehingga saya membawa rak dan gantungan baju, lalu bersama anggota sie kostum memberi nama pada setiap kostum agar tidak tertukar. Kostum yang sudah dipakai disemprot pewangi dan kostum pemeran disetrika sebelum tampil. Untuk flashmob penutup, setelah dilatih berkali-kali akhirnya gerakan bisa sesuai tempo dan tidak telat.

Pada akhirnya, walaupun banyak rintangan selama proses, 12E berhasil membuktikan bahwa dengan kekompakan dan kontribusi setiap anak, baik kecil maupun besar, segala tantangan bisa dilalui, dan segala hal bisa diwujudkan.
“you will when you believe”

Leave a Reply