Refleksi Uprak – Leticia

Peran saya dalam ujian praktek kali ini adalah menjadi koordinator scriptwriter, pic backstage, dan MC. Sebagai scriptwriter saya bertugas dari awal untuk membedah mengenai kisah hidup Pater Van Lith dan memilah kira-kira bagian cerita hidup mana yang dimasukkan ke dalam drama dan konsep seperti apa yang akan kita bawa dalam drama kali ini. Pada awalnya kita mau mengambil pertengkaran Van Lith dengan seorang Pater lain sebagai klimaks drama kami, namun ternyata dikritik oleh sie acara dan mereka menyarankan untuk merubahnya. Akhirnya, rombak besar-besaran kami lakukan dan kami berhasil untuk mencari alternatif dari permasalahan tersebut. Selama latihan pun, kami selalu menemukan evaluasi dan perlahan menyempurnakannya. Dari peran saya ini, saya belajar bahwa suatu hal tidak bisa menjadi sempurna hanya dalam waktu sekejap atau dikerjakan 1 kali saja. Bahkan ketika kami sudah memikirkan script serapi dan sebaik mungkin, setiap latihan pasti ada bagian yang akan selalu diubah dan dibenahi. Sehingga jika suatu hal belum sempurna, itu bukan karena kita tidak mampu tapi memang dalam membuat sesuatu, ada proses yang harus kita lewati, dan mungkin prosesnya tidak mudah. Sebagai PIC backstage, saya bertugas untuk mengatur masuk keluarnya perlengkapan dan properti selama penampilan berlangsung. Peran ini mengharuskan saya menjadi seseorang yang teliti dan juga komunikatif, karena mengatur alur masuk keluar barang di tengah scene yang terus direvisi bukanlah suatu tugas yang mudah. Dari peran ini saya juga belajar bahwa terkadang apa yang sudah kita rencanakan belum tentu bisa terlaksana dengan baik, dan itu bukanlah kegagalan melainkan proses penyempurnaan. Berbeda dengan rencana awal bukan berarti salah, selama kita bisa menemukan solusi maka itu merupakan pembelajaran bagi kita. Salah satu pemikiran yang saya pegang adalah tidak apa-apa membuat kesalahan saat latihan dan kita merevisi sebanyak mungkin, yang terpenting saat hari H, kita semua sudah bisa menjalankan tugas dengan baik dan benar. Peran saya yang terakhir adalah bertugas sebagai MC. Untuk menjadi MC, kami harus mengikuti pertemuan dengan para MC dari kelas lain dan mengadakan pelatihan. Berbagai masukan dan kritik selalu diberikan antar satu sama lain, dan itu yang membuat kami semakin baik. Dari peran saya sebagai MC, saya belajar untuk terus mau belajar dan haus akan masukan dari orang lain agar kita menjadi sempurna dan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *