Artikel Behind The Scenes – Kelompok 1

Behind the Scenes: Perjalanan di Balik Reganmian dan Enshi Baked Potato

Tidak semua kesuksesan dimulai dengan hal mudah. Di balik setiap hidangan lezat yang tersaji dengan indah, ada perjuangan panjang yang sering kali tak terlihat oleh orang lain. Begitulah kisah kami saat mengerjakan proyek kolaborasi antara pelajaran Mandarin dan TIK, sebuah perjalanan yang dimulai dari kekacauan dapur hingga akhirnya berujung pada senyum guru di depan meja presentasi.

Mencari Piring, Mangkok, dan Dekorasi: Awal yang Penuh Tantangan

Segalanya dimulai dengan hal yang terlihat sepele, yaitu mencari piring, mangkok, dan dekorasi. Siapa sangka bagian ini justru menjadi tantangan terbesar?
Kami harus menyesuaikan bentuk dan warna peralatan agar sesuai dengan tema makanan khas Tiongkok yang akan kami sajikan. Ada yang membawa dari rumah, ada yang meminjam dari teman, bahkan ada yang sampai mencari di toko terdekat pada malam sebelumnya. Semua demi menciptakan tampilan yang menggugah selera dan tetap elegan di depan kamera dan guru.

Hidangan Kami : Reganmian dan Enshi Baked Potato


Kami memilih dua menu utama: Reganmian, mie khas Wuhan dengan saus wijen yang gurih, dan Enshi Baked Potato, kentang panggang ala Enshi yang lembut dengan rasa yang gurih dan menggugah selera.
Aroma masakan mulai memenuhi Pocin, sementara tangan kami sibuk mengatur posisi piring dan menata daun hiasan di sekelilingnya. Tidak semua berjalan mulus, ada mie yang terlalu matang, ada kentang yang gosong di tepi, tapi semuanya menjadi bagian dari pengalaman belajar yang berharga.

Menyajikan kepada Guru: Hasil dari Kerja Keras

Saat akhirnya tiba giliran kami menyajikan kepada guru, rasa gugup bercampur dengan rasa bangga.
Piring yang tadinya kosong kini berisi hasil kerja keras kami: Reganmian yang menggoda dan Enshi Baked Potato yang tampak sempurna. Kami menjelaskan arti nama makanan dalam bahasa Mandarin, proses pembuatannya, dan bagaimana teknologi membantu kami dalam dokumentasi serta presentasi.
Guru tersenyum, dan saat itulah kami tahu, semua perjuangan kecil itu terbayar lunas.

Proyek ini bukan hanya tentang memasak atau presentasi, tetapi tentang kerjasama, kreativitas, dan komunikasi lintas bidang. Kami belajar bahwa setiap detail, dari mencari mangkok hingga menyusun kalimat Mandarin, memiliki makna tersendiri.
Di balik layar, kami menemukan bahwa proses sering kali lebih berharga daripada hasil akhirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *