Waktu bertanding sudah tiba, sekian berlatih dan belajar ini waktunya untuk mengetes kemampuan sebagai calon perwakilan kelas dalam bermain mahjong. Ternyata suasana saat bertanding dengan kelas sendiri tidak se-intens yang dibayangkan. Permainan dilakukan di depan panggung pocin, dan cuaca lumayan panas. Kami bermain 3 kali permainan dengan ketiga babak di menangkan oleh saya. Saya datang dengan perasaan gugup, banyak pikiran dan ingin membuktikan diri. Strategi saya hanya simpel berdoa dan bekerja, dan untuk kelanjutannya lihat situasi saat bermain.
Di babak pertama saya, cukup beruntung dengan kombinasi tile awal yang saya dapat. Sudah jadi 1 set dengan yang lain tinggal di lengkapi. Ada pula kendala yang ada yaitu menyebut nama tile saat membuang tile ke tengah. Saya masih bingung dengan tile 西xi(barat) dengan 南nan(selatan). Strategi saya hanya simpel, ora et labora berdoa dan bekerja beruntung juga dengan kombinasi awal yang memudahkan proses kemenangan saya.
Babak berikutnya, saya cukup beruntung juga. Dengan kombinasi tile awal yang saya dapat saya hanya perlu menyesuaikan beberapa tile dan membuat pair. Strategi saya kali ini berbeda dengan memperhatikan tile yang dibuang oleh pemain lain dan memfokuskan pada gerakan 吃(Chī) dan 碰(pèng) untuk melengkapi tiles di deck saya yang tinggal di sesuaikan.
Babak terakhir ini keberuntungan saya berkurang. Kombinasi tiles yang saya dapst diawal hanya ada 1 pair yang jadi dan sisanya acak-acak. Saya bermula dengan membuangi tiles yang tidak berkaitan seperti 4 arah mata angin yang berbeda. Saya juga mulai merapikan serta mengurutkan tiles-tiles yang berhubungan. Strategi yang saya gunakan adalah percaya diri dan fokus pada tiles yang dibuang oleh lawan lagi. Babak ini cukup menantang karena deck awal yang jelek tetapi akhirnya saya dapat memenangkan babak ini.
Nilai yang pelajari adalah kesabaran, karena untuk melengkapi kombinasi tiles diperlukan kesabaran, entah mengambil tiles dari benteng atau pun tindakan 吃(chī) ataupun 碰(pèng). Serta apa yang kita lakukan juga membuahkan konsekuensi, mulai dari tiles apa yang saya dibuang hingga ketika melakukan 吃(chī) atau pun碰(pèng) tindakan-tindakan ini mengandung risiko. Bermain mahjong ini juga mengajarkan saya untuk menggunakan memaksimalkan kesempatan, seperti ketika lawan membuang tiles, kadang kadang itu bisa menjadi kesempatan untuk menyelesaikan permainan. Kemenangan saya bukan karena kemampuan saya sendiri namun juga karena berkat Tuhan, jika saat itu Tuhan tidak memberi saya deck yang bagus, saya tidak akan bisa menang. Berkat Tuhan yang memberikan saya kebijaksanaan, dan mengingatkan apa yang saya lupa.

Leave a Reply