Refleksi Uprak Christopher Lee XIIE/07 – Publikasi & Actor (Hellings)

Foto yang dilampirkan diambil setelah kami selesai melakukan runthrough drama di Francis Room. Saat itu kami sedang melakukan evaluasi bersama dan menyempurnakan konsep baru dari sutradara, yaitu konsep “perkap” yang dimasukkan ke dalam bagian drama agar alurnya lebih rapi dan tidak terasa monoton.

Sebagai bagian dari tim publikasi, saya berperan dalam mendokumentasikan momen-momen penting selama proses latihan, termasuk mengambil foto-foto seperti yang terlampir. Selain itu, saya juga membantu dalam pembuatan poster, feeds, dan Instagram story untuk mempromosikan acara ini agar lebih banyak orang mengetahui dan tertarik untuk menonton. Melalui publikasi ini, saya belajar bahwa penyampaian visual dan konsistensi konten sangat berpengaruh dalam membangun antusiasme audiens.

Di sisi lain, saya juga berperan sebagai Monsinyur Hellings dalam drama Bethlehem van Java. Memerankan karakter ini menjadi pengalaman yang berharga karena saya harus memahami peran dengan baik, mendalami emosi, serta menjaga konsistensi karakter di setiap adegan. Tantangan yang kami hadapi selama proses latihan adalah mengatur timing perkap dan persiapan set dengan lebih tenang namun tetap tepat waktu. Jika sebelumnya kami sering terburu-buru saat mengatur set, melalui konsep baru ini kami belajar untuk lebih santai tetapi tetap disiplin. Tantangan tersebut perlahan dapat kami atasi melalui latihan yang lebih presisi dan koordinasi yang lebih baik antaranggota.

Saya bersyukur kepada orangtua, teman, dan semua orang yang membantu dan mendukung dalam proses pembuatan Bethlehem Van Java.

Secara singkat, pengalaman saya bisa disederhanakan menjadi satu frase : “oke lanjut di acc”

So i say : Thank you for the music, for the songs im singing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *