Refleksi UPRAK Umum – Regina Shannon Khusworo – Script Writer & Actor

Dokumentasi latihan dan evaluasi bersama teman-teman.

Dokumentasi pribadi latihan UPRAK.

Dokumentasi shooting trailer dan pengambilan foto di Malang

Dalam UPRAK, saya dipercaya sebagai penulis skrip dan juga aktor pertunjukkan; dan tentu saja dalam prosesnya banyak rintangan yang perlu dihadapi.

Sebagai penulis skrip, saya dan teman-teman harus memikirkan alur cerita dan bagian kehidupan Van Lith yang perlu ditampilkan dalam drama. Selain menyusun alur dan dialog, kami juga harus siap dengan revisi dadakan dari sutradara atau sie acara, sehingga teman-teman bisa segera berlatih menggunakan skrip yang terbaru. Jika dilihat dari draf skrip pertama hingga yang paling terakhir, saya bisa melihat proses dan dinamika kerja sama yang dituangkan di dalam tim, karena perbedaannya yang sangat jauh dan hasilnya yang lebih bagus secara signifikan. Saya sangat menyukai bekerja sama dalam tim penulis skrip yang berisi orang-orang kreatif, imaginatif, dan hebat.

Sebagai aktor, saya harus bisa belajar untuk menggambarkan watak tokoh dalam dialog dan perilaku. Tantangan utama yang saya hadapi dalam menjadi tokoh “Siti” adalah pendalaman tokohnya, karena “Siti” adalah wanita muda cerdas yang adat Jawanya sangat kental, sehingga saya harus bertingkah laku dam bertutur kata seperti wanita Jawa. Selain itu, saya juga harus mampu menghapalkan skrip dengan cepat dalam berbagai bahasa, karena skrip berkali-kali diubah dan direvisi agar mendapatkan hasil yang terbaik. Bahkan, akhirnya tokoh “Siti” juga harus bernyanyi untuk adegan terakhir “Bethlehem Van Java”. Saya sebagai aktor yang sudah diberi tanggung jawab untuk memegang peran yang banyak muncul di panggung harus siap dan menyanggupi.

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati waktu saya bekerja untuk Bethlehem Van Java. Awalnya, kelas kami tidak memiliki ambisi untuk melakukan tugas ini dengan baik, sehingga konsep awal sangat mentah dan berbeda 180 derajat dengan yang kami tampilkan pada tanggal 13 Februari 2026 lalu. Namun, seiring berjalannya waktu, kelas kami tumbuh menjadi komunitas yang lebih erat, dan dari situ muncul juga ide-ide baru untuk membuat penampilan lebih baik lagi. Gagasan baru dan perubahan mendadak menjadi tantangan bersama kelas XII-E, khususnya konsep blackout yang minimal yang belum pernah diterapkan sebelumnya. Saya sangat senang dan bangga bisa tampil bersama teman-teman untuk “Bethlehem Van Java”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *