


Ketiga foto diatas adalah foto pada saat kelas saya melakukan latihan uprak. Foto pertama adalah latihan run through di rumah joshua, sedangkan foto kedua adalah pada saat kami selesai latihan di kelas kami dan ingin membereskan meja dan kursi yang kami tumpuk-tumpuk.
Kesulitan yang saya lihat sebagai extra, sie kostum, dan bendahara mungkin tidak sebanyak yang dialami oleh orang-orang yang terkait langsung di dalam script, PIC, dan musik. Saya hanya mengalami beberapa masalah seperti tidak tahu kemana harus membeli kain, kain apa saja yang cocok untuk membuat baju Romo yang dipakai oleh hoverner, kami tim kostum sendiri bahkan tidak mengetahui harga kain sendiri. Hal-hal tersebut membuat kami cukup kesulitan. Sebagai aktor extra sendiri tidak banyak, hanya saja terkadang cukup kebingungan karena banyak terjadi perubahan script yang dilakukan oleh script writer maupun orang lainnya.
Tapi saya sendiri cukup beruntung karena saya memiliki beberapa orang membantu saya untuk memilih kain, seperti para mama-mama kami yang memberi saran bahkan menemani untuk membeli kain. Untuk kebingungan sebagai extra saya tentu saja tinggal bertanya pada sutradara mana yang benar, dan selesai.
Untuk foto terakhir, ya, foto ini cukup memorable bagi saya, karena foto ini merupakan foto latihan terakhir kami (D-1) sebelum kami akan tampil keesokan harinya. Kami mengalami banyak masalah disini, terutama dalam hal menyanyi untuk part terakhir kami, karena pada saat gladi, penampilan kami bukan yang terbaik. Dikarenakan ada kesalahan dari sound dan banyak mic yang mati, sehingga menyebabkan soundtrack dan nyanyian kami tidak sama. Pada saat latihan di Studio kami benar-benar menyiapkan yang terburuk, jika musik tidak benar maka kami akan bernyanyi acapela dan semua mic akan dimatikan. Kami menghabiskan sebagian besar waktu disana untuk berlatih menyanyi dibandingkan run through, tapi hal tersebut terbayarkan.
Leave a Reply